Luar biasa!!

Sudah lama sekali saya meninggalkan dunia tulis-menulis di blog. Setelah terakhir waktunya tersita untuk mengurus Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Trisakti sebagai Ketua Himpunan (padahal udah dua tahun yang lalu), Alhamdulillah waktu saya langsung tersita di dunia pekerjaan.

Yap, saya sudah lulus di Bulan September 2014, setelah malang melintang tidak jelas akhirnya di Bulan Desember 2014 saya diterima di salah satu kontraktor swasta lokal yang bergerak di bidang minyak dan gas.

Alhamdulillah, walaupun di akhir tahun 2014 harga minyak dunia turun, kantor saya masih mendapatkan project di ConocoPhillips. Kebetulan lokasinya ada di remote area Palembang sonoan.

Di awal 2015 sampai dengan Bulan Juni saya involve di divisi business development. divisi yang mengurus masalah tender. disitu saya membantu menghitung 2 tender ConocoPhillips yang alhamdulillah menang, yaitu Onshore Pigging Facility Upgrade - Batch 2 dan Sumpal & Dayung Produced Water Injection System to North Sambar 01.

Di bulan Juni sampai September 2015 saya diberangkatkan ke lapangan untuk membantu project Suban 14 Wellsite Facilities.

Jadi ya begitulah, 1,5 tahun terakhir ini saya lumayan sering berada di site/lapangan. Sehingga sulit untuk memegang blog lagi.

Tapi insya Allah, saya akan update lagi blog ini. apalagi saat ini saya juga ada di site lagi.

Rizki Prasetyo Hutomo

Rating: 4.5


Bersyukur aku terlahir di saat keluarga aku sudah cukup mampu. Berbeda dengan keadaan sebelum kami sekeluarga pindah ke Sumatera. Saat ini keluarga kami sudah bisa memenuhi kebutuhan baik primer, sekunder, ataupun tersier. Jangan samakan tiga kebutuhan di saat itu dengan keadaan tahun 2015, cukup jauh berbeda.
Terbayangkah engkau bertemu seorang engineer dan dialah aku pilihan hatimu. Maka, mungkin dan sangat mungkin engkau akan menyaksikan aku terlalu rasional dalam setiap persoalan. Sering dan mungkin akan sangat sering kau menjumpai aku memilih dan memutuskan sesuatu berdasar efisien apa tidak, bukan pada nyaman apa tidak nyaman. Karena aku berkeyakinan kenyamanan adalah sesuatu yang bisa diupayakan belakangan.
Sebulan terakhir ini kita semua diserang terus menerus dengan pemberitaan mengenai Pemilihan Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun mendatang. Berbagai macam informasi baik positif maupun negatif terhadap calon pemimpin bangsa. Terlepas dari keramaian Pemilu Nasional, di Universitas Trisakti tepatnya pada bulan April 2014 lalu Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) melakukan Pemilu Raya untuk menentukan Ketua untuk memimpin Himpunan Mahasiswa Elektro periode 2014/2015.
Oleh : Gufi Laura Patricia, Alumnus Universitas Indonesia, Program Studi Ilmu Hukum

Aku ga pernah menyangka sebelumnya bahwa pada saat wisuda bulan Februari yang lalu, tepatnya di Balairung Universitas Indonesia aku melihat melihat namaku ada di layar menempati posisi ketiga sebagai lulusan terbaik dari program studi ilmu hukum. Siapa yang menyangka, seorang anak yang biasa-biasa saja semasa SMA dapat berprestasi pada saat di kuliah? Pada saat itu mataku betul-betul terpaku pada layar dihadapanku, dari jauh kudengar sayup-sayup suara kedua orang tuaku yang kegirangan. Sungguh untuk berdiri saja saat itu aku gemetar.
Salah satu hikmah yang patut dijadikan pelajaran sekaligus dicontoh oleh Indonesia dalam peristiwa hilangnya pesawat Boeing 777-200 dengan nomor penerbangan MH370 milik Malaysian Airlines (MAS) adalah pola komunikasi dan mekanisme kendali pemberitaan yang dilakukan pihak Malaysia, dalam menghadapi media massa dan mengelola issu agar tak berkembang liar. Ini sangat berbeda jauh, bahkan bisa dikatakan bertolak belakang dengan yang terjadi di Indonesia setiap terjadi kecelakaan pesawat.
Alkisah, ada sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Keduanya sedang dimabuk kepayang. Suatu hari di malam minggu yang sedikit mendung mereka hendak jalan-jalan ke kota. Sang gadis yang telah berdandan cantik menunggu kedatangan tambatan hatinya di rumah. Sang pacar berjanji akan menjemputnya pukul 7 malam, namun hingga saat itu waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan, dan belum terlihat juga tanda-tanda kemunculan si tampan.

Apabila ingin menguji seseorang, maka berilah ia kekuasaan. Apabila ia tidak menyalahgunakan kekuasaan tersebut, maka terujilah ia.
Sudah hampir 2-3 bulan saya memasuki fase terakhir di perguruan tinggi. Insya Allah, tinggal 2 semester ini apabila tidak ada halangan saya bisa lulus dan mempunyai gelar Sarjana Teknik. Tapi apa sudah cukup ya bekal saya untuk lepas ke dunia luar nantinya?

Jujur dengan hampir 4 tahun berkuliah, saya masih sering bingung karena saya merasa masih kurang mendapat berbagai ilmu dan pengalaman yang bisa saya aplikasikan di dunia kerja nantinya. Dari bekal ilmu keteknikan saja, terutama Teknik Elektro yang merupakan jurusan saya di perkuliahan, masih sangat kurang. Sepertinya ada yang salah dengan cara saya belajar, hehe...

Untuk kemampuan interaksi sosial dan pengalaman organisasi, saya juga masih merasa kurang, karena pengalaman yang banyak saya dapat berasal dari organisasi internal kampus. Sehingga wawasan saya seperti masih kurang untuk menghadapi dunia luar. Walaupun saya sempat menjadi ketua di beberapa organisasi di kampus, terutama jurusan saya, saya masih belum bisa menghilangkan rasa cemas karena merasa belum memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi dunia luar.

Menjadi pertanyaan besar dan menjadi tugas besar saya di 2 semester akhir ini untuk mencari dan melengkapi kepingan puzzle yang belum lengkap di diri saya.


Kita dapat menemukan banyak artikel Tips Merawat USB Flash Disk di forum-forum atau blog. Namun sayangnya banyak tips-tips tersebut berisi mitos yang tidak memiliki landasan atau bukti ilmiah sehingga diragukan kebenarannya. Melalui artikel ini, 5 Mitos Tentang USB Flash Disk Terbongkar.

1. Medan Magnet dapat Merusak USB Flash Disk
Kebanyakan tips yang kita baca di forum atau blog menganjurkan supaya menjauhi USB Flash Disk dari  medan magnet. Faktanya, medan magnet tidak mempengaruhi USB Flash Disk. Patut diingat bahwa USB Flash Disk menggunakan teknologi flash memory yang jauh berbeda dengan teknologi cakram magnetic yang digunakan pada hardisk atau disket.
2. Terendam Air dapat Merusak USB Flash Disk
Ini juga salah. Orang takut USB Flash Disk rusak atau korslet setelah terendam air. Faktanya, USB Flash Disk tidak akan rusak walaupun pernah terendam air. Kecuali air yang merendamnya mengandung larutan asam yang dapat melarutkan tembaga atau timah yang digunakan pada USB Flash Disk.
3. USB Flash Disk rusak jika dicabut sebelum “Safely Removing the Hardware”
Pada prinsipnya, data yang disimpan dalam flash memory tidak akan hilang walaupun USB Flash Disk dicabut mendadak. Proses “Safely Removing the Hardware” bertujuan agar tidak ada lagi proses baca tulis ke USB Flash Disk. Jika Anda mencabut USB Flash Disk pada saat terjadi proses baca-tulis, Anda hanya kehilangan data yang sedang ditransfernya.
4. Sering Jatuh dapat Merusak USB Flash Disk
Ini juga tidak benar. USB Flash Disk tidak menggunakan komponen mekanik. Proses baca-tulis ke USB Flash Disk sepenuhnya menggunakan listrik dari komputer host. Sambungan chip flash memory ke pcb flash disk sangat-sangat kuat sehingga mencegahnya lepas walaupun terjatuh.
5. USB Flash Disk rusak jika dipasang terlalu lama
Pendapat ini tidak memiliki bukti ilmiah atau landasan ilmiahnya. Penjelasan yang lebih tepat, umur USB Flash Disk ditentukan oleh banyaknya baca-tulis ke memori. Untuk tipe Single Level Cell (SLC) dapat digunakan sampai 100.000 kali tulis. Untuk tipe Multi Level Cell (MLC) yang paling banyak saat ini, dapat digunakan sampai 10.000 kali tulis.
Kehadiran bulan Ramadhan seperti sebuah hadiah bagi umat muslimin. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah di mana setiap amalan yang kita lakukan berkali-kali lipat pahalanya.

Ketika kamu tiba-tiba memiliki impuls untuk mengkoreksi seseorang (khususnya orang terdekat), tanya dulu ke diri kamu: apakah karena 1. kamu ingin menjadi 'benar'? atau 2. kamu benar-benar peduli kepadanya?